• Milenial Riau

    Menjalin, Merangkul, Membina Hubungan yang Baik dan Harmonis Bersama Masyarakat.

  • Milenial Riau

    Menciptakan Generasi Milineal Asyik, Berbudaya, Beradat, Berkualitas Untuk Kemajuan Riau.

  • Milenial Riau

    Terdepan penyelenggaraan pemerintahan Kecamatan dan terbaik pemberian pelayanan publik se-Kecamatan Kota Pekanbaru.

  • Milenial Riau

    Berkontribusi Sebagai Wadah dan Penyalur Aspirasi Minat, Kreativitas, dan Innovasi.

  • Milenial Riau

    Membangun Kontribusi dan Relasi Dengan Melaksanakan Kegiatan Kemasyarakatan.

CYBER POLITICS SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI POLITIK ZAMAN SEKARANG


Seperti yang kita ketahui saat ini sudah  semakin dekat pemilihan Capres dan Wapres tahun 2024 nanti, dalam hal ini kajian ilmu politik sudah berkembang dari yang bersifat konvensional, yaitu menggunakan sarana kampanye yang bersifat fisik, menuju ke era politik non-konvensional, yaitu penggunaan medium siber. Penggunaan medium siber dalam kajian ilmu politik membuat banyak sektor, seperti demokrasi, keamanan, pertahanan, sosial dan budaya, pendidikan, sampai kampanye politik, dilakukan melalui medium siber.

Mau tidak mau Cyberpolitics telah menjadi kampanye politik bagi setiap stake holder politik, terutama bagi mereka yang akan berkontestasi dalam kompetisi pemilihan politik. Aktivisme politik sudah mulai digantikan oleh bentuk komunikasi secara virtual. Cyberpolitics dengan demikian dapat membantu demokrasi berjalan sebagaimana mestinya.

“Oleh karena itu kepekaan masyarakat terhadap cyberpolitics harus semakin tajam karena ditengah ramainya komunikasi politik pada saat ini perlu disaring/disensor terlebih dahulu akan kebenaran dari ini berita-berita yang disajikan oleh berbagai media-media yang isinya berupa kandungan-kandungan  politik”, Ujar pemerhati politik Eddy Kurniawan S.Sos.

Kita harus meneliti kandungan informasi tersebut, bias saja isinya berupa pemalsuan, berita yang tidak benar, berita untuk mengadu-domba. Politik adu domba atau politik pecah belah (devide et impera, bahasa Belanda) sebenarnya adalah kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukkan. Dalam konteks lain, politik pecah belah juga berarti mencegah kelompok-kelompok kecil untuk bersatu menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat.

Politik adu domba pihak-pihak yang tidak mau melihat negara kita ini aman dan tentram. Mereka menginginkan kita sebagai anak bangsa terpecah belah. Dengan itu, sehingga memudahkan pihak tersebut menggenggam negara ini. Jadi ada  pihak-pihak yang ingin menghancurkan negara ini dan mencari keuntungan akibat kekacauan dan kelemahan yang terjadi akibat politik tersebut.

Teknik yang digunakan adalah agitasi, propaganda, desas-desus, bahkan fitnah. Dan praktik itu menjadi sangat subur di tengah perang media yang bebas tak terkendali. Di tengah media yang sangat liberal, praktik adu domba itu menjadi tontonan sehari-hari. Kita secara vulgar disuguhi berita-berita tentang perseteruan antar kelompok untuk memperebutkan kekuasaan, saling tuding, saling caci-maki, saling sikut dengan intrik-intrik politik yang sangat kasar dan kejam, penggiringan isu dilakukan sedemikian rupa untuk saling menghancurkan.

Untuk itu, pemalsuan oleh media online yang tidak bertanggung-jawab yang terjadi saat ini, mengisyaratkan bahwa politik adu domba diciptakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab wajib kita lawan bersama, kita tidak mempercayai informasi yang disampaikan media online yang berisikan berita-berita palsu.


 

 

Penulis: ek

Sumber :

https://news.detik.com

https://jurnal.dpr.go.id

Share:

MAMPUKAH PARTAI POROS DAN RAKYAT MELAWAN OLIGARKI PENGUSAHA HITAM ???

 

"Sudah mulai terasa rasa ketakutannya para oligarki yang bekerja sama dengan para pengusaha hitam terhadap sosok seorang calon pemimpin yang disukai rakyat untuk memimpin negeri ini untuk menjadi negeri yang makmur”, Ujar Eddy Kurniawan S.Sos seorang pengamat politik.

Yang jadi penentunya adalah bagaimana partai-partai poros politik yang telah menilai atau menentukan Capres dan Cawapres di tahun 2024 nanti mempunyai sikap yang sangat hati-hati, teliti, jeli, tegas, melihat arah ke inginan rakyat (suara hati nurani rakyat), menginginkan perubahan yang lebih baik untuk rakyat dan negeri ini.

Oleh karena itu menghadapi para sekelompok yang oligarki dengan para pengusaha hitammya,  partai-partai oposisi yang akan bergabung sebagai partai poros, untuk tidak terpengaruh dengan banyaknya kemampuan uang yang mereka miliki dengan segala kelicikan dan segala macam cara jahatnya untuk menjegal Capres pilihan rakyat, untuk tetap konsisten dengan mendeklarasikan calon-calon yang memang betul-betul pilihan dari hati nurani rakyat sampai ke akar rumput.

Diharapkan bangsa ini akan memiliki pemimpin yang adil yang akan membuat rakyat sejahtera dan membawa bangsa ini kepada bangsa yang di ridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

 

Penulis : ek

 

Share:

PENGARUH PEMBERITAAN LEMBAGA SURVEI MAUPUN MEDIA TERHADAP CALON PRESIDEN 2024


Dibeberapa stasiun TV mulai banyak diberitakan hasil dari berbagai lembaga survei terhadap 3 calon/kandidat presiden RI 2024. Pada tanggal (06/09/2022) disalahsatu media kompas nasional dot com muncul lagi berita dengan judul "Menguatnya Elektabilitas Prabowo hingga Salip Ganjar dan Anies".

Survei teranyar Lembaga Survei Nasional (LSN) mengungkapkan, tingkat keterpilihan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut terus meningkat dalam 7 bulan terakhir. Dalam survei LSN Februari 2022, elektabilitas Prabowo baru sebesar 21,9 persen, sebelum naik cukup signifikan menjadi 29,5 pada survei Juni 2022.

Pada survei Agustus-September 2022 kali ini, angka itu menguat lagi menjadi 30,6 persen. Identifikasi sebagai orang dekat Jokowi disinyalir menguntungkan sang mantan rival pada Pemilu 2019 lalu itu.

Namun menurut pemerhati\pengamat politik Eddy Kurniawan S.Sos mengatakan , " dirangkulnya Prabowo-Sandiaga ke kabinet Jokowi sangatlah berdampak terhadap kekecewaan yang lebih besar bagi bekas pendukung mereka".

Rakyat/para pengikut fanatik Prabowo-Sandi bisa kecewa sekali dan bisa semakin menjadi-jadi. Tidak sedikit pendukung muslim militannya yang kecewa dengan Prabowo karena merasa dilupakan dan ditinggalkan begitu saja. Sebab untuk  meraih kembali simpati dan dukungan dari kelompok-kelompok muslim yang kecewa menjadi tantangan Prabowo menuju Pilpres 2024. Hal ini akan bisa saja menyebabkan ajang kegagalan Prabowo maju sebagai presiden kali ketiga bila sebagian besar para pendukungnya dulu  tidak mau memaafkan  lagi .

Malah Hasil penelitian Media Survei Nasional (Median) yang telah dirilis menunjukkan bahwa penyuka Gerakan 212 lebih banyak memilih Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan daripada Prabowo Subianto sebagai capres pada 2024. Saat dimintai tanggapannya, Persaudaraan Alumni (PA) 212 tidak menampik hasil survei itu. Ditambah lagi yang secara masif sampai keakar rumput kelompok-kelompok lainnya karena kecewa banyak pindah dukungan ke Anies Baswedan diberbagai pulau di Indonesia khususnya Sumatera dan Jawa.

Anies juga sosok yang dekat dengan ulama (tanpa sekat), terlebih bagi habaib (para habib) dalam barisan Gerakan 212 yang mendukungnya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Dia juga menyebut mantan mendikbud itu sangat dekat dengan warganya sehingga layak diperjuangkan menjadi Calon Presiden 2024.

Anies Baswedan otomatis menjadi tumpuan politik dan harapan ke depan untuk bisa menerima aspirasi politik kami agar diperjuangkan kembali baik di Pilkada DKI Jakarta 2022 untuk menuju Pilpres 2024.

Jadi jangan berbanga dahulu akan kenaikan elektabilitas Prabowo, Ganjar ataupun Puan serta yag lainnya dengan lembaga surveinya, kelompok yang mayoritas serta arus bawah yang kecewa janganlah dianggap sepele, karena dasyat sekali kekuatan kekecewan dimasa lalu yang susah untuk di obati dan Dasyat pula kelebihan Anies yang membuat lapisan kelompok mayoritas sampai keakar rumput yang mendukungnya yang tidak berpengaruh terhadap Lembaga Survei yang mengatakan kenaikan elektabilitas Prabowo maun Ganjar.


Penulis : ek

Share:

Kepemimpinan Wanita dalam Pandangan Islam


Mayoritas pemimpin adalah mereka yang berjenis kelamin laki-laki. Pemimpin perempuan hanya ditemukan di sebagian kecil masyarakat. Sebenarnya, terkait kepemimpinan, Islam tidak melarang perempuan untuk menjadi pemimpin.

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

Wa iż qāla rabbuka lil-malā`ikati innī jā\'ilun fil-arḍi khalīfah, qālū a taj\'alu fīhā may yufsidu fīhā wa yasfikud-dimā`, wa naḥnu nusabbiḥu biḥamdika wa nuqaddisu lak, qāla innī a\'lamu mā lā ta\'lamụn.

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Ayat tersebut menjelaskan semua manusia itu sama, yaitu menjadi khalifah dan menciptakan kemaslahatan di muka bumi. Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya.

Seorang pemimpin yang memimpin manusia akan bertanggung jawab atas rakyatnya, seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya, dan dia bertanggung jawab atas mereka semua, seorang wanita juga pemimpin atas rumah suaminya dan anak-anaknya, dan dia bertanggung jawab atas mereka semua, seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya, dan dia bertanggung jawab atas harta tersebut. Setiap kalian adalah pemimpin dan akan bertanggung jawab atas kepemimpinannya,” (HR Muslim 3408).

Hadits itu menjelaskan tugas dan kewajiban semua manusia sama, yaitu menjadi seorang pemimpin. Minimal menjadi pemimpin diri sendiri dan setiap kepemimpinannya diminta pertanggungjawaban nanti. Bahkan Allah menyebut nama-nama perempuan mulia di Alquran.

Pertama, Ratu Bilqis. Selain parasnya yang jelita, dia adalah seorang pemimpin bijaksana. Dia sukses mempin rakyatnya sehingga mereka makmur dan sejatehra. Kedua, Asiyah binti Muzahim. Asiyah adalah seorang perempuan yang dipuji karena kemandirian dan ketegasan imannya dalam melawan raja zalim, Raja Firaun. Ketiga, Siti Maryam, seorang perempuan terbaik sepanjang masa.

“Siti Maryam dengan ketegasannya menjaga kehormatan dalam dirinya yang membuat Allah memberinya anugerah berupa putra shaleh yaitu Nabi Isa AS,” kata Ustadzah Nur Isti Faizah, dalam kajian berjudul Kepemimpinan Perempuan dalam Islam di akun Youtube NU Online.

Selain ketiga nama perempuan yang disebutkan di Alquran, ada pula perempuan mulia sebagai representasi perempuan yang berhasil memimpin. Pertama ada Siti Khadijah, yang mendermakan seluruh harta, tenaga, dan pikirannya untuk mendukung dakwah Rasulullah SAW.

Kedua, Siti Aisyah, perempuan cerdas yang mampu menghapal ribuan hadits dalam waktu singkat. Ketiga, Ritha, perempuan yang membanting tulangnya untuk memberikan nafkah suami dan anak-anaknya.

“Rasulullah menghibur dia dengan mengatakan apa yang dilakukannya merupakan sebuah kebaikan dan bernilai pahala,” ujar dia.

Terakhir, Nusaibah, perempuan yang berani berjuang di medan perang. Semua perempuan yang disebutkan tadi merupakan bukti bahwa perempuan memiliki kapabilitas yang sama dengan laki-laki. Selain itu, perempuan juga memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk menjadi seorang pemimpin.

“Karena dalam Islam landasan untuk menjadi seorang pemimpin ialah kemasalhatan umat,” kata dia. 

Sumber:

https://www.youtube.com/watch?v=-E9ddTeHlSg

https://islamdigest.republika.co.id/berita/qkamg8430/kepemimpinan-wanita-dalam-pandangan-islam

Share:

KEMERDEKAAN DALAM PERSFEKTIF ISLAM

 

Setiap memasuki bulan Agustus, selalu diiringi dengan penyambutan hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang bertepatan pada tanggal 17. Semarak menyambutnya telah terlihat dari jauh-jauh hari. Itu dapat terlihat dengan adanya spanduk, bendera, umbul-umbul, dan baliho-baliho yang bertuliskan “Dirgahayu Kemerdekaan”  menghiasi jalanan.

Namun, dalam kesemarakannya, terdepat beberapa pertanyaan yang terbesit dalam benak kita; apakah arti kemerdekaan itu? Bagaimana seharusnya kita menyikapi makna kemerdekaan yang sebenarnya? Bagaimana memahami Islam dan kemerdekaan?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara etimologi merdeka berarti bebas. Kemerdekaan artinya kebebasan. Sedangkan secara terminologi, merdeka dapat diartikan dengan bebas dari segala penjajah dan penjajahan.

Kemerdekaan juga dapat dimaknai sebagai keadaan rohani yang tidak terpaut oleh segala sesuatu yang berkenaan dengan rasa tertindas, yang menindih, sehingga dapat mempengaruhi jiwa, pikiran dan perilaku seseorang. Dilain sisi, kemerdekaan diartikan denngan keadaan hati yang tentram.

Menurut Islam, manusia adalah mahluk yang bebas/merdeka sejak ia dilahirkan. Dalam lain paradigma, manusia adalah mahluk merdeka ketika ia berhadapan dengan sesamanya. Karena manusia diciptkan oleh-Nya, maka manusia akan menjadi hamba ketika ia berhadapan dengan Tuhannya. Dengan begitu dapat dipahami bahwa, manusia tidak bisa dan tidak boleh menjadi budak orang lain. Perbudakan antar manusia sama artinya dengan melanggar hak Tuhan

Kemerdekaan manusia dalam Islam sudah diperoleh semenjak ia dilahrikan dari rahim seorang ibu. Maka dari itu  tidak dibenarkan seseorang memperbudak sesamanya atas dasar kekuasaan apapun. Pendapat inipun diimplementasikan oleh para Nabi utusan Allah melalui perintah-perintahnya kepada manusia untuk membebaskan sistim perbudakan dengan berbagai cara.

Dalam sebuah riwayat yang dikutip dari Al-Jihad Sabiluna disebutkan, ketika Rib’i Bin Amir r.a, salah seorang utusan pasukan Islam dalam perang Qadishiyah ditanya perihal kedatanganya oleh Rustum (panglima pasukan Persia), ia menjawab:

“Allah mengutus kami untuk memerdekakan manusia dari penghambaan manusia dengan manusia menuju penghambaan manusia kepada Rabb manusia, dari sempitnya kehidupan dunia kepada kelapangannya, dari ketidakadilan agama-agama yang ada  kepada keadilan Islam.”

Dari kutipan diatas dapat dipahami bahwa Islam memandang kemerdekaan tidak dari satu sisi saja, melainkan dari beberapa sisi yang mencangkup lahiriyah maupun batiniyah. Sehingga makna kemerdekaan yang sesungguhnya ialah ketika seseorang mampu berada dalam fitrahnya (Islam dan tauhid).

Maka dari itu, setiap individu seoserang muslim kiranya dapat memaknai arti kemerdekaan  sebagai bentuk melepaskan segala sesuatu yang berkenaan dengan kesyirikan. Lalu, perlu dipahami juga adalah kemerdekaan seorang muslim ketika terbebasnya hamba dari segala dinamika kehidupan yang tidak berlandaskan atas aturan yang sudah ditentukan oleh Islam.

Islam juga memandang kemerdekaan dengan tunduk atas kuasa Tuhan dan melepaskan diri dari jeratan nafsu. Seorang hamba dapat menemukan arti kemerdekaan yang sebenarnya, jika ia mampu terbebas dari semua belenggu yang berasal dari godaan setan dan hawa nafsu, dan mengembalikan segala sesuatu kembali kepada aturan Allah

Orang yang terjerat oleh nafsu dipastikan sudah menyimpang dari jalan yang telah diberikan oleh Allah, karena ia sudah menjadi budak nafsu. Maka dari itu, memerdekakan diri sendiri dari belenggu nafsu merupakan kemenangan dan kebebasan terbesar.

Penulis : Rus

Sumber berita :

https://unida.gontor.ac.id/memaknai-kemerdekaan-dalam-bingkai-islam/

Share:

TULARKAN SEMANGAT KEMERDEKAAN DALAM BEKERJA


Sesaat lagi kita akan meryakan HUT Ri yang ke-78, lalu bagaimana kita mengaplikasi semangat kemerdekaan dalam pekerjaan . Satu untuk semua, semua untuk satu, semua bersatu. Seluruh perlombaan dilaksanakan dengan penuh persahabatan dan sportif dalam balutan aroma kompetisi yang sehat. Semangat untuk menunjukkan siapa yang terbaik, baik perlombaan perseorangan maupun perlombaan secara tim, menunjukkan bagaimana seluruh pegawai memiliki hasrat yang tinggi untuk menang dan kemauan yang besar untuk bekerja sama. Hal ini sejalan dengan tema dari Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 ini yaitu “Indonesia Kerja Bersama Dalam Mencapai Tujuan”.

Ini bukan soal menang atau kalah, tapi semangat untuk ikut berpartisipasi dalam kebersamaan. Semua telah menunjukkannya untuk bersinergi dalam kegiatan memperingati Hari Kemerdekaan kita. Marilah kita tanamkan kembali semangat kita untuk meraih yang lebih baik dan menjadi yang terbaik. Kami berterima kasih untuk semuanya yang ada di team ini, karena kita semua telah menang mengalahkan ego sektoral masing - masing.

Yang paling penting adalah bagaimana merangkai semangat kemerdekaan yang ada berdasarkan bidang dan kemampuan masing-masing individu agar dapat bersinergi dalam mencapai tujuan bersama.

Penulis : Eka

Share:

Bacaleg Generasi Milenial Sungai Paku Inhu Kuansing

Fahlul RIzky Alkarimi Syah

 Dapil 8 Inhu Kuansing

Anak muda generasi milenial dari Sungai Paku Inhu Kuansing, Fahlul Rizky Alkarimi Syah mengatakan "Kami faham dan mengerti kesulitan masyarakat kelas bawah pada saat ini yang biasa bergelut dengan kondisi ekonomi yang sulit. Oleh karena itu Kami betul-betul mengerti apa yang diinginkan oleh masyarakat khususnya dilevel bawah,”.

Fahlul  salah satu bacaleg Partai Buruh dari dari Dapil  8 Inhu - Kuansing juga menyebut , "Pada konstelasi Pemilu 2024 nanti pihaknya menargetkan meraih kursi DPRD. Kami bakal turun ke desa-desa untuk menyapa masyarakat sekaligus menggalang dukungan,”.

"Insya Allah dengan tujuan yang baik untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat kelas bawah kepada kehidupan yang lebih layak lagi akan KIta capai", ujar beliau yang saat ini juga sedang kuliah di Universitas Islam Riau Jurusan Ilmu Pemerintahan.

(Eka)

Share:

Aspirasi Generasi Milenial di Pemilu 2024 Nanti

Pesta demokrasi kian dekat , diharapkan pelaksanaan pemilu (2024) yang bebas dan damai, sama artinya dengan menjaga optimisme terhadap masa depan demokrasi di Indonesia. Setelah jadwal pemilu disepakati, selanjutnya tentu ada ruang partisipasi bagi generasi milenial. Sebagai generasi yang akrab dengan informasi digital dan media sosial, kompetensi ini akan menjadi modal penting dalam Pemilu 2024, termasuk Pilkada pada tahun yang sama. 

Kita sudah cukup memiliki pengalaman soal bagaimana panasnya suasana menjelang pemilu, termasuk ketika pemilu sudah selesai. Segala pengalaman pahit pada pemilu sebelumnya, kita sudahi saja dengan optimisme baru.Secara alamiah (hukum alam) generasi milenial akan memimpin negeri ini, sesuai dengan perjalanan waktu, sementara generasi yang lebih senior, yakni generasi baby boomers (usia  50 tahun ke atas)  segera surut ke belakang. 

Penggunaan teknologi bisa menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan pemilu. Permasalahan terbesar dalam pemilu di negeri kita, bukan pada pemungutan suara, tetapi pada proses rekapitulasi yang berjenjang. Berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya, potensi manipulasi  biasanya terjadi pada saat penghitungan suara secara manual. Itu sebabnya dibutuhkan instrumen teknologi elektronik untuk meminimalisir kemungkinan manipulasi. Pada fase ini dibutuhakan partisipasi generasi milenial dalam fungsi control, tentu saja secara informal, sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil.
 
Dengan partisipasi generasi milenial, diharapkan pengalaman pahit Pemilu 2019 tidak lagi terulang. Pemilu 2019 yang digelar secara serentak, terbukti amat rumit dan melelahkan, ketika mengakibatkan sejumlah petugas KPPS jatuh sakit, bahkan cukup banyak  yang meninggal dunia. Pemilu yang seharusnya dilaksanakan secara damai dan ceria, pada beberapa titik justru berujung duka.

Bagi generasi milenial yang bergerak pada isu keberlanjutan,  bisa berjalan beriringan dengan generasi milenial yang bergerak di segala lini, seperti bisnis rintisan, meniti karier akademis, sebagai peneliti sains,  termasuk bagi  yang  ingin bergerak di ranah politik, semuanya diberi kesempatan mengembangkan potensinya, sejalan dengan konsep berbagi ruang. 

Tidak terasa  sudah seabad Indonesia (2045) kelak, menjadi semacam tonggak, ketika generasi milenial tampil memimpin negeri dengan segala potensi dan kompetensinya.  Di tengah arus perubahan zaman yang begitu cepat, selalu ada tempat bagi generasi baru. Pemilu 2024 adalah pintu masuk generasi milenial  memberi kontribusi signifikan di segala lini, terutama untuk merubah politk yang bersih dan bermartabat, sektor energi berkelanjutan  dan pendidikan yang berkualitas. 

Untuk itu jangan sampai salah memilih pemimpin yang hanya mengumbar janji dan menggunakan cara yang tidak baik dalam memperoleh kedudukannya seperti politik uang dan lainnya. Ingat cara yang halal / baik Insya Allah akan membuat bangsa ini memjadi bangsa yang baik dan bisa sebagai contoh bagi bangsa-bangsa lainnya. Kaum milenial diharapkan sdar akan hal ini.

Sumber: https://mediaindonesia.com/opini

Share:

VISI

  1. Membangun Kontribusi dan Relasi Dengan Melaksanakan Kegiatan Kemasyarakatan.
  2. Berkontribusi Sebagai Wadah dan Penyalur Aspirasi Minat, Kreativitas, dan Innovasi.

MISI

Menjadi Generasi Milenial yang Akuntable, Sportif, snnovatif, dan Kreatif.

Tantangan

Pemecahan masalah kompleks, berpikir kritis, dan daya kreativitas terhadap permasalahan? yang ada diseluruh lapisan masyarakat Indonesia.